Artikel Permata Kehidupan
|
Intan, Permata Kehidupan Utama, Yang Meneruskan Cahaya Tanpa Mengurangi Namun Memberi Kreasi
By Permata Kehidupan, on July 28th, 2010
Hujan, kita lihat bahwa tidak semua orang suka. Karena hujan ada yang tidak suka, ketahanan dan kesenangan kita terhadap hujan suatu saat dapat membantu kita. Setidaknya, untuk hal paling ringan adalah bahwa kita akan tetap bahagia walaupun hujan turun dengan lebat. Sementara itu yang takut hujan, teramat tersiksa ketika hujan turun.
Jika sedang berkendaraan di jalan umum, selama pandangan masih cukup jelas, mungkin kita akan memperoleh jalan yang cukup sepi ketika hujan turun. Tentu sepinya jalan memberikan keleluasaan ketika kita berkendara.
Salam bahagia
Intan, Permata Kehidupan Utama, Yang Meneruskan Cahaya Tanpa Mengurangi Namun Memberi Kreasi
By Permata Kehidupan, on July 27th, 2010
Sebuah dalil kebenaran memerlukan pembuktian yang tersaksikan, karena yang disaksikan itu yang akan digunakan untuk menyampaikannya ke orang lain baik dalam generasi yang sama maupun generasi berikutnya. Marilah kita bahas mengenai “tuhan satu” sebagaimana monotheisme. Bagaimana kita menjelaskan dan apa yang akan kita gunakan untuk menjelaskan?
Saya menggunakan penjelasan mengenai hal yang sangat mirip atau mendekati tuhan di dunia, memiliki kebebasan tertinggi sebagaimana definisi tuhan dan itu sangat baik digunakan untuk menjelaskannya. Manusialah yang dapat menjelaskannya dan dengan manusia pula dapat dimengerti bahwa tuhan ada, itu pun dengan mengerti sifat-sifat manusia. Sebab sangat tak mungkin hal tak tersaksikan dapat digunakan untuk menjelaskan sesuatu kepada semua orang.
Manusia bukan hanya satu, tentu menjadikan penolakan terhadap tuhan satu.
Ada sebuah prosedur yang dinyatakan dalam kitab-kitab suci, tentu itu harus dilakukan juga karena itu adalah petunjuk pembuktian untuk pernyataan lain yang terkait. Prosedur ini harus dilakukan.
Saya akan mengikuti ketentuan yang dinyatakan dalam weda, dengan cara pratyaksa atau pengamatan langsung setelah melalui cara agama pramana ( membaca dan mendengar dari orang lain langsung atau melalui catatan atau tulisan ). Setelah ini dukup dimengerti, bahwa pada dasarnya orang-orang yang menjalani ini, walaupun tampak berbeda-beda dalam jumlah yang tak terbatas, pemikiran orang yang tidak ada kontak sama sekali dapat sejalan seia sekata. Wujud-wujud yang berbeda itu menjadi sama dalam hal jiwa. Orang yang melupakan pratyaksa pramana (terpaku kepada agama pramana atau membaca buku ) tidak akan pernah menjumpai hal ini dan selamanya tidak mengerti bagaimana Tuhan itu satu.
Satu ya, dengan catatan pemikirannya sama persis. Beda ya, dengan catatan dalam kesaksian memang berbeda, tersebar di banyak tempat dan dapat saling berkomunikasi.
Dari orang-orang berbeda yang bersifat dan berpemikiran sama, mereka memandang apa yang harus dilakukannya terhadap dunia sama ( mereka memiliki dharma yang sama ).
Ini adalah penjelasan Bhinneka Tunggal Ika Tan Hana Dharma Mangrwa.
Salam bahagia
Intan, Permata Kehidupan Utama, Yang Meneruskan Cahaya Tanpa Mengurangi Namun Memberi Kreasi
By Permata Kehidupan, on July 27th, 2010
Beberapa orang mencoba “bijaksana” dengan mengatakan bahwa ajaran agama sama, sama-sama mengajarkan kebaikan dan apalah. Namun, daya justru amati hal yang berbeda. Sebab, saya tidak dapat mengamati lengan saja jika saya ingin mengamati manusia. Saya harus lihat dari ujung rambut hingga ke ujung kaki. Sebagaimana seorang manusia, bahwa belum tentu semua manusia memiliki kaki. Hanya sebuah kondisi baguslah yang menjadikan dalam perjalanan dia tidak mengalami apa-apa yang menjadikan dia tetap memiliki kaki.
Agama bagaikan air. Memang di awal air itu ada, air itu sama. Bening dan segar, memberi kesegaran hingga ke bathin, memberi harapan kehidupan yang demikian gemilang. Itulah yang kemudian disebut dengan air kehidupan. Kemudian, air harus dan tidak bisa tidak, mengalir ke kenyataannya di dunia ini, dia mengalir melalui tanah-tanah dimana celah merendah ada, karena air itu diperlukan oleh yang posisinya lebih rendah darinya. Setiap jengkal tanah yang dilalui, dia memberikan porsi air, menghilangkan dahaga dan sariawan yang telah lama menerpa. Sebagai ganti, dia memperoleh “pengalaman” berupa rasa, rasa garam dan rasa lainnya. Setiap jengkal yang dilalui pasti memberikan sesuatu yang akan mengisi air itu.
Isi setiap air atau sungai tentunya ditentukan oleh tanah atau daratan yang dilaluinya. Jika dia melewati hutan yang banyak daunnya, maka banyak kesuburan yang akan diberikannya kepada muara. Jika dia melalui daerah beracun, maka racunlah yang diberikannya kepada penghuni muara. Dan kebetulan kita ada di muara. Kita kemudian akan menyebut air beracun sebagai air kematian, dan air pembawa kesuburan sebagai air kehidupan. Walau mereka bermula dari air yang sama.
Demikian pun agama, jika selama perjalannya dia menyebabkan banyak manusia mati entah melalui peperangan / invasi atau pembunuhan, maka tidak mungkin dikatakan sebuah agama sebagai agama kehidupan, seberapapun kita berpromosi meyakinkan orang.
Salam bahagia
|
Apakah Akan Ada Perang Besar? Dalam hal kepercayaan dan atau agama, telah terjadi persinggungan perebutan “kismis kafir” atau “kismis kegelapan”, yang bersamaan dengan tumbuhnya “mentari” yang mencerahkan dan menjadikan orang-orang lokal mengetahui dirinya telah diinvasi oleh suatu agama atau kepercayaan, dan saat ini mereka bak sebuah roti kismis yang diperebutkan raksasa-raksasa rakus. Ya, mentari telah tumbuh semakin besar atau semakin dekat dan dunia spiritual atau kepercayaan semakin terang, menghapus kegelapan yang selama berabad-abad disebabkan oleh invasi dari agama atau kepercayaan penjajah. Dengan tumbuhnya pencerahan di hati banyak orang, makin terang dan tampak semuanya, orang yang dulu bersembunyi dalam manis kata dan kebohongan, sangat jelas dilihat oleh orang-orang.
Dalam kenyataan kini, ada sebuah karma yang berunut, dimana orang-orang secara serentak menginginkan malam yang makin singkat dan gelap yang ditinggalkan mentari makin sirna, dengan proses kerja, ditemukannya aneka penerang malam. Bersamaan dengan orang-orang menyukai panas dengan menggagalkan hujan dan kegiatan lain yang meningkatkan panas cuaca. Yang mengarah kepada sebuah wujud karma, datangnya sebuah bintang penerang lain yang akan mengurangi malam yang disediakan oleh matahari dan menjadikan purnama bagaikan siang hari, dan mungkin tiada tempat gelap dan tiada lagi orang dapat bersembunyi, kecuali mengubur diri dalam bumi.
Berdasarkan perkiraan sains, dan perkiraan penanggalan bangsa Maya, memang sebuah bintang penerang akan mendekat. Namun, penanggalan bangsa Maya saja yang menyatakan bahwa bintang itu akan mendekat, artinya bintang itu akan disaksikan oleh orang-orang yang mendiami wilayah dimana penanggalan Maya itu lahir, yaitu daratan Amerika Utara. Namun, jika dilihat jarak maka tentunya bintang penerang ini akan tampak juga dari seluruh penjuru dunia walau dalam waktu dan sudut yang berbeda.
Dari kejadian-kejadian datangnya komet, diketahui bersamaan dengan pembantaian besar-besaran. Kini tanda datangnya bintang penerang, akankah terjadi peperangan yang lebih dasyat daripada perang dunia I dan perang dunia II? Kedasyatannya tentu melihat teknologi dan pengetahuan saat ini, yang memang mendukung peperangan lebih dasyat. Yang mungkin terjadi adalah peperangan besar dari pihak yang berebut kismis “kafir” atau “kegelapan”. kemudian perang pemerdekaan kepercayaan lokal, demi tercapainya kedamaian spiritual yang sesungguhnya, yaitu kepercayaan yang menampilkan variasi yang tanpa diketahui batas-batasnya.
Kenyataan yang akan membuktikannya. Invasi kepercayaan dan penyeragaman adalah hal yang melawan asas dan tujuan penciptaan, pada akhirnya akan dihapus dari muka bumi. Salam bahagia
|