Percaya atau tidak, bahwa inilah yang kini terjadi. Agama yang terbentuk disertai dengan ketaatan serta upaya mempertahankan ketaatan umat, tidak lebih dari sebuah oase atau kolam yang dibuat oleh buaya-buaya. Dengan air yang cuma ilusi atau mungkin dengan setetes air, disebarkannya dan dibesar-besarkannya bahwa kolam buatannya adalah pemonopoli kebahagiaan, pemonopoli surga dan lain-lain.
Namun, bukannya alam jika alam ini tidak kabulkan walau keinginan itu buruk. Didatangkannya juga mangsa untuknya agar dia bisa hidup dan memelihara sifat buayanya itu. Demikian pun dikabulkannya orang-orang yang ingin setiap hari sudah berpikir kematian dan akhirat, dihadapkannya kepada sang buaya yang telah dengan suka cita menunggu, menunggu kijang dan kelinci yang tergoda dengan jalan cepat menuju akhirat yang disiarkannya.
Itu memang jalan akhirat, jalan menuju kelepasan dari derita, lepas dari derita selama-lamanya. Namun, ini bukan masalah derita berakhir dengan cepat, karena buaya tak ingin makannnya cepat habis, dikeratnya daging sang kijang sedikit demi sedikit hingga sang kijang mati sendiri. Dan dalam perjalanan hingga mati inilah sang kijang menemui derita atas kebodohannya menginginkan akhirat dengan cepat. Sebab, hidup adalah kesenangan sejati dan menginginkan kematian tentunya adalah menginginkan derita.
Dalam ketaatan umat, ada uang yang banyak dan inilah yang diminati, kecuali buaya itu sudah berhenti menjadi buaya maka tak akan ada kijang yang pernah dikorbankan.
Salam bahagia
