Ada sebuah beringin besar, dia tumbuh begitu tegap dan perkasa dari sebuah benih yang ukurannya bukan kelas tumbuhan raksasa atau berumur ratusan tahun. Dia menjadi tempat berteduh banyak manusia dan hewan yang menginginkan kebahagiaan, kesenangan dan keteduhan. Dia memang memberikan keteduhan dan kebahagiaan.
Di bawah beringin ini, ada segerombol orang duduk santai menikmati angin yang sepoi-sepoi. Ya, banyak orang, karena ini adalah beringin yang tumbuh di taman kota. Beberapa orang ada berjalan di trotoar dan berhenti ketika seorang di bawah beringin menyapanya:
“Hi… di sini, di bawah pohon beringin ini, sangat teduh dan menyenangkan. Mari ke sini. Di sana panas”.
Orang yang berjalan di trotoar berhenti, kemudian, berucap:
“Ho iya, di sana memang menyenangkan. Tapi, jika aku ikut kamu berteduh di sana, aku tidak akan pernah sampai di tujuanku. Artinya, derita telah menungguku”
Orang di bawah pohon beringin termenung:
“Apa yang dibilangnya menderita ya? Padahal di sini sejuk dan menyenangkan?”
Namun, dia tetap saja berteuh di bawah pohon beringin itu hingga sore. Sore harinya, ketika hari telah kelam, dia menyadari bahwa dia belum menyiapkan beras untuk di masak besok pagi dan toko penjual beras sudah tutup.
Sangat baik jika anda menyempatkan membaca ini:
- Larangan Konversi Agama/Kepercayaan
- Rahasia Ilahi
- The Core of Love
- Meramal Hari Esok
- Dunia Jiwa
- Mengisi Dunia Jiwa
- Hidup Kekal
- Dijebak Iblis atau Merajakan Iblis
- Permata Kehidupan Menghina Lumpur?
- Invasi Spiritual
- Setan ataukah Pikiran Gelap
- Kebenaran Sejati
- Matahari – Guru Kasih Sejati
- Akhir Jaman – Kekosongan
- Konversi Agama Bagai Memancing Ikan
Salam bahagia
