<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Permata Kehidupan</title>
	<atom:link href="http://permatakehidupan.dfgen.com/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://permatakehidupan.dfgen.com</link>
	<description>Belajar Jujur Mengakui dan Menyampaikan Kemahakuasaan</description>
	<lastBuildDate>Wed, 28 Jul 2010 14:34:34 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
		<item>
		<title>Hujan Dapat Membantu</title>
		<link>http://permatakehidupan.dfgen.com/hujan-dapat-membantu</link>
		<comments>http://permatakehidupan.dfgen.com/hujan-dapat-membantu#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Jul 2010 14:34:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Permata Kehidupan</dc:creator>
				<category><![CDATA[filosofi - phylosophy]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://permatakehidupan.dfgen.com/?p=1040</guid>
		<description><![CDATA[<p>Hujan, kita lihat bahwa tidak semua orang suka. Karena hujan ada yang tidak suka, ketahanan dan kesenangan kita terhadap hujan suatu saat dapat membantu kita. Setidaknya, untuk hal paling ringan adalah bahwa kita akan tetap bahagia walaupun hujan turun dengan lebat. Sementara itu yang takut hujan, teramat tersiksa ketika hujan turun.</p> <p>Jika sedang berkendaraan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hujan, kita lihat bahwa tidak semua orang suka. Karena hujan ada yang tidak suka, ketahanan dan kesenangan kita terhadap hujan suatu saat dapat membantu kita. Setidaknya, untuk hal paling ringan adalah bahwa kita akan tetap bahagia walaupun hujan turun dengan lebat. Sementara itu yang takut hujan, teramat tersiksa ketika hujan turun.</p>
<p>Jika sedang berkendaraan di jalan umum, selama pandangan masih cukup jelas, mungkin kita akan memperoleh jalan yang cukup sepi ketika hujan turun. Tentu sepinya jalan memberikan keleluasaan ketika kita berkendara.</p>
<p>Salam bahagia</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://permatakehidupan.dfgen.com/hujan-dapat-membantu/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bagaimana Menjelaskan Tuhan Satu</title>
		<link>http://permatakehidupan.dfgen.com/bagaimana-menjelaskan-tuhan-satu</link>
		<comments>http://permatakehidupan.dfgen.com/bagaimana-menjelaskan-tuhan-satu#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Jul 2010 00:24:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Permata Kehidupan</dc:creator>
				<category><![CDATA[filosofi - phylosophy]]></category>
		<category><![CDATA[berbeda]]></category>
		<category><![CDATA[Bhinneka Tunggal Ika]]></category>
		<category><![CDATA[catatan]]></category>
		<category><![CDATA[dapat]]></category>
		<category><![CDATA[digunakan]]></category>
		<category><![CDATA[harus]]></category>
		<category><![CDATA[lain]]></category>
		<category><![CDATA[manusia]]></category>
		<category><![CDATA[mengenai]]></category>
		<category><![CDATA[mengerti]]></category>
		<category><![CDATA[menjelaskan]]></category>
		<category><![CDATA[menjelaskannya]]></category>
		<category><![CDATA[mereka]]></category>
		<category><![CDATA[orang]]></category>
		<category><![CDATA[pembuktian]]></category>
		<category><![CDATA[penjelasan]]></category>
		<category><![CDATA[penjelasan Bhinneka Tunggal Ika Tan Hana Dharma Mangrwa]]></category>
		<category><![CDATA[pramana]]></category>
		<category><![CDATA[pratyaksa]]></category>
		<category><![CDATA[prosedur]]></category>
		<category><![CDATA[sama]]></category>
		<category><![CDATA[satu]]></category>
		<category><![CDATA[saya]]></category>
		<category><![CDATA[sebagaimana]]></category>
		<category><![CDATA[sebuah]]></category>
		<category><![CDATA[setelah]]></category>
		<category><![CDATA[sifat]]></category>
		<category><![CDATA[tak]]></category>
		<category><![CDATA[Tan Hana Dharma Mangrwa]]></category>
		<category><![CDATA[tentu]]></category>
		<category><![CDATA[terhadap]]></category>
		<category><![CDATA[tersaksikan]]></category>
		<category><![CDATA[tuhan]]></category>
		<category><![CDATA[tuhan esa]]></category>
		<category><![CDATA[wujud]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://permatakehidupan.dfgen.com/?p=1038</guid>
		<description><![CDATA[<p>Sebuah dalil kebenaran memerlukan pembuktian yang tersaksikan, karena yang disaksikan itu yang akan digunakan untuk menyampaikannya ke orang lain baik dalam generasi yang sama maupun generasi berikutnya. Marilah kita bahas mengenai &#8220;tuhan satu&#8221; sebagaimana monotheisme. Bagaimana kita menjelaskan dan apa yang akan kita gunakan untuk menjelaskan?</p> <p>Saya menggunakan penjelasan mengenai hal yang sangat mirip [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebuah dalil kebenaran memerlukan pembuktian yang tersaksikan, karena yang disaksikan itu yang akan digunakan untuk menyampaikannya ke orang lain baik dalam generasi yang sama maupun generasi berikutnya. Marilah kita bahas mengenai &#8220;tuhan satu&#8221; sebagaimana monotheisme. Bagaimana kita menjelaskan dan apa yang akan kita gunakan untuk menjelaskan?</p>
<p>Saya menggunakan penjelasan mengenai hal yang sangat mirip atau mendekati tuhan di dunia, memiliki kebebasan tertinggi sebagaimana definisi tuhan dan itu sangat baik digunakan untuk menjelaskannya. Manusialah yang dapat menjelaskannya dan dengan manusia pula dapat dimengerti bahwa tuhan ada, itu pun dengan mengerti sifat-sifat manusia. Sebab sangat tak mungkin hal tak tersaksikan dapat digunakan untuk menjelaskan sesuatu kepada semua orang.</p>
<p>Manusia bukan hanya satu, tentu menjadikan penolakan terhadap tuhan satu.</p>
<p>Ada sebuah prosedur yang dinyatakan dalam kitab-kitab suci, tentu itu harus dilakukan juga karena itu adalah petunjuk pembuktian untuk pernyataan lain yang terkait. Prosedur ini harus dilakukan.</p>
<p>Saya akan mengikuti ketentuan yang dinyatakan dalam weda, dengan cara pratyaksa atau pengamatan langsung setelah melalui cara agama pramana ( membaca dan mendengar dari orang lain langsung atau melalui catatan atau tulisan ). Setelah ini dukup dimengerti, bahwa pada dasarnya orang-orang yang menjalani ini, walaupun tampak berbeda-beda dalam jumlah yang tak terbatas, pemikiran orang yang tidak ada kontak sama sekali dapat sejalan seia sekata. Wujud-wujud yang berbeda itu menjadi sama dalam hal jiwa. Orang yang melupakan pratyaksa pramana (terpaku kepada agama pramana atau membaca buku ) tidak akan pernah menjumpai hal ini dan selamanya tidak mengerti bagaimana Tuhan itu satu.</p>
<p>Satu ya, dengan catatan pemikirannya sama persis. Beda ya, dengan catatan dalam kesaksian memang berbeda, tersebar di banyak tempat dan dapat saling berkomunikasi.</p>
<p>Dari orang-orang berbeda yang bersifat dan berpemikiran sama, mereka memandang apa yang harus dilakukannya terhadap dunia sama ( <strong>mereka memiliki dharma yang sama</strong> ).</p>
<p>Ini adalah penjelasan Bhinneka Tunggal Ika  Tan Hana Dharma Mangrwa.</p>
<p>Salam bahagia</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://permatakehidupan.dfgen.com/bagaimana-menjelaskan-tuhan-satu/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Air Muara, Tidak Lagi Sama</title>
		<link>http://permatakehidupan.dfgen.com/air-muara-tidak-lagi-sama</link>
		<comments>http://permatakehidupan.dfgen.com/air-muara-tidak-lagi-sama#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Jul 2010 00:08:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Permata Kehidupan</dc:creator>
				<category><![CDATA[filosofi - phylosophy]]></category>
		<category><![CDATA[agama]]></category>
		<category><![CDATA[air]]></category>
		<category><![CDATA[banyak]]></category>
		<category><![CDATA[dia]]></category>
		<category><![CDATA[diberikannya]]></category>
		<category><![CDATA[dilalui]]></category>
		<category><![CDATA[harus]]></category>
		<category><![CDATA[hingga]]></category>
		<category><![CDATA[jengkal]]></category>
		<category><![CDATA[kaki]]></category>
		<category><![CDATA[kehidupan]]></category>
		<category><![CDATA[kemudian]]></category>
		<category><![CDATA[kepada]]></category>
		<category><![CDATA[kesuburan]]></category>
		<category><![CDATA[manusia]]></category>
		<category><![CDATA[melalui]]></category>
		<category><![CDATA[memberi]]></category>
		<category><![CDATA[memberikan]]></category>
		<category><![CDATA[memiliki]]></category>
		<category><![CDATA[mengalir]]></category>
		<category><![CDATA[mengamati]]></category>
		<category><![CDATA[menjadikan]]></category>
		<category><![CDATA[muara]]></category>
		<category><![CDATA[orang]]></category>
		<category><![CDATA[rasa]]></category>
		<category><![CDATA[sama]]></category>
		<category><![CDATA[saya]]></category>
		<category><![CDATA[sebuah]]></category>
		<category><![CDATA[setiap]]></category>
		<category><![CDATA[tanah]]></category>
		<category><![CDATA[ujung]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://permatakehidupan.dfgen.com/?p=1035</guid>
		<description><![CDATA[<p>Beberapa orang mencoba &#8220;bijaksana&#8221; dengan mengatakan bahwa ajaran agama sama, sama-sama mengajarkan kebaikan dan apalah. Namun, daya justru amati hal yang berbeda. Sebab, saya tidak dapat mengamati lengan saja jika saya ingin mengamati manusia. Saya harus lihat dari ujung rambut hingga ke ujung kaki. Sebagaimana seorang manusia, bahwa belum tentu semua manusia memiliki kaki. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Beberapa orang mencoba &#8220;bijaksana&#8221; dengan mengatakan bahwa ajaran agama sama, sama-sama mengajarkan kebaikan dan apalah. Namun, daya justru amati hal yang berbeda. Sebab, saya tidak dapat mengamati lengan saja jika saya ingin mengamati manusia. Saya harus lihat dari ujung rambut hingga ke ujung kaki. Sebagaimana seorang manusia, bahwa belum tentu semua manusia memiliki kaki. Hanya sebuah kondisi baguslah yang menjadikan dalam perjalanan dia tidak mengalami apa-apa yang menjadikan dia tetap memiliki kaki.</p>
<p>Agama bagaikan air. Memang di awal air itu ada, air itu sama. Bening dan segar, memberi kesegaran hingga ke bathin, memberi harapan kehidupan yang demikian gemilang. Itulah yang kemudian disebut dengan air kehidupan. Kemudian, air harus dan tidak bisa tidak, mengalir ke kenyataannya di dunia ini, dia mengalir melalui tanah-tanah dimana celah merendah ada, karena air itu diperlukan oleh yang posisinya lebih rendah darinya. Setiap jengkal tanah yang dilalui, dia memberikan porsi air, menghilangkan dahaga dan sariawan yang telah lama menerpa. Sebagai ganti, dia memperoleh &#8220;pengalaman&#8221; berupa rasa, rasa garam dan rasa lainnya. Setiap jengkal yang dilalui pasti memberikan sesuatu yang akan mengisi air itu.<br />
Isi setiap air atau sungai tentunya ditentukan oleh tanah atau daratan yang dilaluinya. Jika dia melewati hutan yang banyak daunnya, maka banyak kesuburan yang akan diberikannya kepada muara. Jika dia melalui daerah beracun, maka racunlah yang diberikannya kepada penghuni muara. Dan kebetulan kita ada di muara. Kita kemudian akan menyebut air beracun sebagai air kematian, dan air pembawa kesuburan sebagai air kehidupan. Walau mereka bermula dari air yang sama.</p>
<p>Demikian pun agama, jika selama perjalannya dia menyebabkan banyak manusia mati entah melalui peperangan / invasi atau pembunuhan, maka tidak mungkin dikatakan sebuah agama sebagai agama kehidupan, seberapapun kita berpromosi meyakinkan orang.</p>
<p>Salam bahagia</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://permatakehidupan.dfgen.com/air-muara-tidak-lagi-sama/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
