Oleh Putu Swastawa
Semua yang kita rasakan adalah pelajaran yang menjadikan kita dapat menjadi lebih baik. Ada masa dimana kita begitu cerah dan terang yang menjadikan kita dapat melihat ke sekeliling bagaikan kita sedang berdiri di atas bukit tinggi. Di saat di hari cerah, sudah tentu hal yang tidak terlihat menjadi terlihat, salah satunya sisi kegelapan yang ada di sekitar kita, termasuk di dalam diri kita. Dan tentu saja, ketika kita menyaksikan kegelapan ada dalam diri, saat itulah kita merasa tidak nyaman, kita menyebutnya bete.
Sang hyang widhi menyediakan jalan agar kegelapan diri itu berakhir. Kita yang adalah wujud benih cahaya harus masuk ke dalam kegelapan itu dan menjadi sesuatu yang mengisi kegelapan itu dan mengakhiri ketiadaan dalam kegelapan itu. Kita harus maju menghampiri kegelapan diri itu walaupun rasa nyaman itu benar-benar tiada. Kegelapan adalah derita, namun agar derita itu selesai, kita harus berani masuk ke dalam kegelapan diri dan menjadikan kegelapan diri itu berakhir.
Ada kalanya kita harus menghentikan semua tindakan agar minimal tidak mundur dari berhadap-hadapan. Tindakan mundur itu dapat berupa menghentikan perkawanan, memaki orang lain dan hal-hal buruk lainnya. Dalam kasus begini, lebih baik tiada berkarma, karena buah karma ini tidak kuat kita nikmati. Orang lain tiada dapat membantu ketika kita berahdapan dengan kegelapan sendiri. Berkarma buruk menjadika kita makin jauh dari kebahagiaan.
Selamat mencoba,
salam bahagia
