Permata kehidupan, harus dipahami berdasarkan object nyata atau real di dalam kesaksian (sense) nyata kita, agar kita dapat menilai, apakah permata kehidupan itu sebuah radio atau televisi ( yang dapat berkata-kata saja ) atau memang benar ada ( kebenaran sejati ) sebagaimana yang dinyatakan oleh para orang suci.
- Jujur: permata kehidupan harus memiliki karakter atau sifat sebagaimana permata, yaitu memiliki tingkat kebeningan hati yang cukup untuk meneruskan cahaya ilahi atau cahaya tuhan.
- Dia stabil, tidak lagi memerlukan kesenangan dengan cara menipu atau mengkonversi agama atau kepercayaan masyarakat yang sedang ‘keruh’ bagai seorang pemancing ikan. Dengan alasan apapun dia tidak mendukung dan atau melakukan konversi agama atau kepercayaan.
- Permata kehidupan memancarkan semangat keragaman dari cahaya tuhan atau cahaya ilahi yang tampak tiada variasi, sebagaimana intan memancarkan berkas-berkas pelangi dari seberkas cahaya mentari putih.
- Permata kehidupan memiliki integritas terhadap semangat cahaya ilahi yang tumbuh di dalam dirinya sendiri, bukan berintegritas terhadap cahaya ilahi yang dipancarkan permata kehidupan lain dimanapun.
- Permata kehidupan, menjunjung dan menghormati kreativitas lokal untuk menumbuhkan keragaman, bukan menimpakan kreativitas kelompok lain dan mendukung penyeragaman.
- Permata kehidupan tidak berkata tentang kegelapan orang lain,melainkan berkata bagaimana orang lain dapat menjadi permata kehidupan yang sama dengan dirinya, bukan permata yang tumbuh dalam ‘kungkungan’ dirinya.
- Permata kehidupan, mencintai dan meneruskan mua wujud cahaya tuhan yang warnanya sangat beragam.
- Permata kehidupan, bersifat melindungi, menjaga dan menumbuhkan, bukan mengkerdilkan atau menjadikan orang lain menghujat keburukan leluhurnya.
- Permata kehidupan, mencintai tanah dimana dia tumbuh dan menjadikan bumi itu kesuciannya, bukan menjadikan bumi orang lain sebagai tanah sucinya.
Salam bahagia
