Arsip Permata Kehidupan

Intan, Permata Kehidupan Utama, Yang Meneruskan Cahaya Tanpa Mengurangi Namun Memberi Kreasi

Meramal Hari Esok

Sesekali, janganlah menunduk terus. Tataplah ke depan ketika cahaya matahari cukup menyinari dunia dan saksikan bukit nun jauh di sana. Perhatikan sekitar ke seluruh sudut dan jangan biarkan sebuah perhatian hilang dari diri. Apa yang akan dijumpai di bukit nun jauh di sana, sebagian besar dapat dijumpai saat ini, sedikit saja variasinya. Sedikit beda depa ketinggian, sedikit juga perbedaannya. Ketika melakukan perjalanan, tentu saja sedikit saja variasi yang diperoleh. Dengan demikian, variasi akan terus terjadi ketika seorang melakukan perjalanan, tidak pernah dijumpai sesuatu yang persis sama antara saat ini dan di masa mendatang.

Perbedaan yang sedikit pada setiap depa ketinggian menjadikan tersedia waktu  sangat banyak untuk proses belajar, merencanakan dan melihat apapun di atas bukit nun jauh di sana.

Perhatikan:

  1. Ada pepohonan di sekitar kita. Maka di bukit nun jauh di sana, ada juga pepohonan.
  2. Ada jurang dan sungai  di dekat kita, maka di bukit sana ada juga sungai dan jurang
  3. Ada serangga di sekitar kita, maka di bukit sana ada juga serangga
  4. Ada langit biru di atas kita, maka di atas bukit itu juga ada langit biru
  5. Ada mentari di atas kita,maka di atas langit bukit di sana ada juga matahari
  6. dan lain-lain

Dari sekian banyak hal, ada sesuatu yang berubah secara sedikit demi sedikit dan memerlukan perhatian untuk menyadarinya:

  1. Suhu yang makin sejuk walaupun jalan yang ditempuh semakin sedikit pohonnya
  2. Jangkauan pandang yang makin luas, tidak saja dapat memandang lingkungan sekitar, bahkan ketika mencapai puncak, semua bagian dari pulau tempat kita berpijak dapat dilihat.

Kini, sederhana saja, bahwa mentari yang bersinar cerah telah menjadikan kita dapat mengamati apapun yang ada di sekitar kita dengan sangat jelas. Dengan jelasnya yang disaksikan, dalam jarak yang masih jauh dari ujung jempol kaki, kita sudah dapat melihat, apa yang akan kita pijak, asalkan kita mengarahkan pandangan ke depan cukup jauh dan itu hal yang diperbolehkan. Langit selalu memberi ruang kepada kepala kita untuk memandang ke depan, bahkan mendongak kelangit biru. Apapun yang ada di alam ini memberi kebebasan untuk berkembang dan memperoleh pengalaman dan pandangan seluas-luasnya. Termasuk bahwa bumi dan semesta ini memperbolehkan kita melihat, memperkirakan berdasarkan penglihatan atau meramalkan apa yang akan di jumpai hari esok.

Untuk meramalkan hari esok, mulai dari sesuatu di depan pandangan, semua yang di dengar, makanan yang dikecap, temperatur yang dirasakan di kulit, mimpi dan analisis dalam pikiran serta tanda-tanda kedutan maupun dengung telinga, disediakan untuk melihat / meramalkan / memperkirakan hari yang akan datang.

Artikel yang tidak kalah menarik:

Salam bahagia

You must be logged in to post a comment.