Artikel Permata Kehidupan
|
Intan, Permata Kehidupan Utama, Yang Meneruskan Cahaya Tanpa Mengurangi Namun Memberi Kreasi
By Permata Kehidupan, on May 30th, 2010
Fahmi Basya adalah seorang dosen matematika yang sekarang menjadi terkenal fenomenal, terutama sejak teorinya yang mengatakan bahwa candi borobudur adalah peninggalan nabi sulaiman. Banyak orang tiba-tiba mengenalnya, namun dengan nada tertawa terbahak-bahak, karena klaimnya melawan bukti dari ahli sejarah dan arkeologi internasional. Entah itu benar atau salah, teori atau klaim Fahmi Basya adalah luar biasa, mungkin dengan pernyataan bahwa borobudur adalah peninggalan nabi sulaiman, candi borobudur dan patung budha akan memperoleh pengunjung yang lebih baik, terutama dalam kaitannya untuk menyembah sang nabi sulaiman yang berwajah budha, dan sama dengan patung budha yang ada di candi borobudur. [...]
Intan, Permata Kehidupan Utama, Yang Meneruskan Cahaya Tanpa Mengurangi Namun Memberi Kreasi
By Permata Kehidupan, on February 1st, 2010
Inginkan hidup lebih baik, maka akan datang bantuan yang menjadikan kita dapat hidup lebih baik [...]
Intan, Permata Kehidupan Utama, Yang Meneruskan Cahaya Tanpa Mengurangi Namun Memberi Kreasi
By Permata Kehidupan, on January 17th, 2010
Oleh Putu Swastawa
Ketentuan penciptaan memiliki tujuan yang sederhana sebagaimana pikiran seorang guru sejati: mengakhiri ketidaktahuan. Ya, sebuah kata yang singkat dan ini merupakan transisi kesadaran yang menghinggapi orang ketika memulai sebuah jalan menuju kebahagiaan.
Semua bermula dari bekal ketidaktahuan, dan ketika seseorang merasa dirinya tahu maka ketidaktahuannya akan ditunjukkan, agar dia menjadi tahu, [...]
|
Apakah Akan Ada Perang Besar? Dalam hal kepercayaan dan atau agama, telah terjadi persinggungan perebutan “kismis kafir” atau “kismis kegelapan”, yang bersamaan dengan tumbuhnya “mentari” yang mencerahkan dan menjadikan orang-orang lokal mengetahui dirinya telah diinvasi oleh suatu agama atau kepercayaan, dan saat ini mereka bak sebuah roti kismis yang diperebutkan raksasa-raksasa rakus. Ya, mentari telah tumbuh semakin besar atau semakin dekat dan dunia spiritual atau kepercayaan semakin terang, menghapus kegelapan yang selama berabad-abad disebabkan oleh invasi dari agama atau kepercayaan penjajah. Dengan tumbuhnya pencerahan di hati banyak orang, makin terang dan tampak semuanya, orang yang dulu bersembunyi dalam manis kata dan kebohongan, sangat jelas dilihat oleh orang-orang.
Dalam kenyataan kini, ada sebuah karma yang berunut, dimana orang-orang secara serentak menginginkan malam yang makin singkat dan gelap yang ditinggalkan mentari makin sirna, dengan proses kerja, ditemukannya aneka penerang malam. Bersamaan dengan orang-orang menyukai panas dengan menggagalkan hujan dan kegiatan lain yang meningkatkan panas cuaca. Yang mengarah kepada sebuah wujud karma, datangnya sebuah bintang penerang lain yang akan mengurangi malam yang disediakan oleh matahari dan menjadikan purnama bagaikan siang hari, dan mungkin tiada tempat gelap dan tiada lagi orang dapat bersembunyi, kecuali mengubur diri dalam bumi.
Berdasarkan perkiraan sains, dan perkiraan penanggalan bangsa Maya, memang sebuah bintang penerang akan mendekat. Namun, penanggalan bangsa Maya saja yang menyatakan bahwa bintang itu akan mendekat, artinya bintang itu akan disaksikan oleh orang-orang yang mendiami wilayah dimana penanggalan Maya itu lahir, yaitu daratan Amerika Utara. Namun, jika dilihat jarak maka tentunya bintang penerang ini akan tampak juga dari seluruh penjuru dunia walau dalam waktu dan sudut yang berbeda.
Dari kejadian-kejadian datangnya komet, diketahui bersamaan dengan pembantaian besar-besaran. Kini tanda datangnya bintang penerang, akankah terjadi peperangan yang lebih dasyat daripada perang dunia I dan perang dunia II? Kedasyatannya tentu melihat teknologi dan pengetahuan saat ini, yang memang mendukung peperangan lebih dasyat. Yang mungkin terjadi adalah peperangan besar dari pihak yang berebut kismis “kafir” atau “kegelapan”. kemudian perang pemerdekaan kepercayaan lokal, demi tercapainya kedamaian spiritual yang sesungguhnya, yaitu kepercayaan yang menampilkan variasi yang tanpa diketahui batas-batasnya.
Kenyataan yang akan membuktikannya. Invasi kepercayaan dan penyeragaman adalah hal yang melawan asas dan tujuan penciptaan, pada akhirnya akan dihapus dari muka bumi. Salam bahagia
|