Artikel Permata Kehidupan
|
Intan, Permata Kehidupan Utama, Yang Meneruskan Cahaya Tanpa Mengurangi Namun Memberi Kreasi
By Permata Kehidupan, on June 17th, 2010
Kebenaran sejati, ada di dalam diri dan atau ada di luar diri. Diperjelas di sini dengan kata dan atau. Hal ini dapat disebabkan karena kebebasan yang dimiliki oleh manusia, bahwa pemikiran yang dimiliki oleh dan diberikan kepada manusia menjadikan manusia dapat sebagai kebenaran sejati, dapat pula bukan sebagai kebenaran sejati. Jika manusia adalah kebenaran sejati maka dia bercahaya dan berwujud sama di semua kesaksian ( sense ), termasuk kesaksian melalui mimpi. Dengan pikirannya, manusia dapat dan hanya manusia yang dapat mencapai kebenaran sejati ini. [...]
Intan, Permata Kehidupan Utama, Yang Meneruskan Cahaya Tanpa Mengurangi Namun Memberi Kreasi
By Permata Kehidupan, on February 18th, 2010
Kita mengalami dua jenis realita masa kini dengan kesadaran penuh, yaitu apa yang memang kita sebuah nyata atau realita, dan yang kedua adalah yang kita sebut mimpi. Sampai kini, mimpi tetap memiliki porsi yang besar dari realita. Perhitungannya, anggaplah kita tidur selama 6 jam sehari, artinya mimpi memegang porsi paling tidak seperempat kehidupan kita.
[...]
Intan, Permata Kehidupan Utama, Yang Meneruskan Cahaya Tanpa Mengurangi Namun Memberi Kreasi
By Permata Kehidupan, on December 22nd, 2009
Sebagaimana kita di sini, jiwa pun memiliki dunia. Orang barat mengenalnya sebagai dunia pararel. Orang Hindu mengenalnya dengan buana alit.
Dunia jiwa benar-benar ada dan dapat diingat oleh pikiran sebagaimana mimpi. Dan mimpi adalah kejadian di dalam dunia jiwa. Itulah sebabnya bahwa setiap orang pernah merasakan surga. Namun, ada hal-hal yang menjadikan surga itu [...]
|
Apakah Akan Ada Perang Besar? Dalam hal kepercayaan dan atau agama, telah terjadi persinggungan perebutan “kismis kafir” atau “kismis kegelapan”, yang bersamaan dengan tumbuhnya “mentari” yang mencerahkan dan menjadikan orang-orang lokal mengetahui dirinya telah diinvasi oleh suatu agama atau kepercayaan, dan saat ini mereka bak sebuah roti kismis yang diperebutkan raksasa-raksasa rakus. Ya, mentari telah tumbuh semakin besar atau semakin dekat dan dunia spiritual atau kepercayaan semakin terang, menghapus kegelapan yang selama berabad-abad disebabkan oleh invasi dari agama atau kepercayaan penjajah. Dengan tumbuhnya pencerahan di hati banyak orang, makin terang dan tampak semuanya, orang yang dulu bersembunyi dalam manis kata dan kebohongan, sangat jelas dilihat oleh orang-orang.
Dalam kenyataan kini, ada sebuah karma yang berunut, dimana orang-orang secara serentak menginginkan malam yang makin singkat dan gelap yang ditinggalkan mentari makin sirna, dengan proses kerja, ditemukannya aneka penerang malam. Bersamaan dengan orang-orang menyukai panas dengan menggagalkan hujan dan kegiatan lain yang meningkatkan panas cuaca. Yang mengarah kepada sebuah wujud karma, datangnya sebuah bintang penerang lain yang akan mengurangi malam yang disediakan oleh matahari dan menjadikan purnama bagaikan siang hari, dan mungkin tiada tempat gelap dan tiada lagi orang dapat bersembunyi, kecuali mengubur diri dalam bumi.
Berdasarkan perkiraan sains, dan perkiraan penanggalan bangsa Maya, memang sebuah bintang penerang akan mendekat. Namun, penanggalan bangsa Maya saja yang menyatakan bahwa bintang itu akan mendekat, artinya bintang itu akan disaksikan oleh orang-orang yang mendiami wilayah dimana penanggalan Maya itu lahir, yaitu daratan Amerika Utara. Namun, jika dilihat jarak maka tentunya bintang penerang ini akan tampak juga dari seluruh penjuru dunia walau dalam waktu dan sudut yang berbeda.
Dari kejadian-kejadian datangnya komet, diketahui bersamaan dengan pembantaian besar-besaran. Kini tanda datangnya bintang penerang, akankah terjadi peperangan yang lebih dasyat daripada perang dunia I dan perang dunia II? Kedasyatannya tentu melihat teknologi dan pengetahuan saat ini, yang memang mendukung peperangan lebih dasyat. Yang mungkin terjadi adalah peperangan besar dari pihak yang berebut kismis “kafir” atau “kegelapan”. kemudian perang pemerdekaan kepercayaan lokal, demi tercapainya kedamaian spiritual yang sesungguhnya, yaitu kepercayaan yang menampilkan variasi yang tanpa diketahui batas-batasnya.
Kenyataan yang akan membuktikannya. Invasi kepercayaan dan penyeragaman adalah hal yang melawan asas dan tujuan penciptaan, pada akhirnya akan dihapus dari muka bumi. Salam bahagia
|