Arsip Permata Kehidupan

Intan, Permata Kehidupan Utama, Yang Meneruskan Cahaya Tanpa Mengurangi Namun Memberi Kreasi

Tuhan Satu Wujud, Bukan Mahakuasa

Yang kita sebut sebagai tuhan, adalah maha kuasa. Dia menghormati semua wujud yang dapat disaksikan, entah dapat berupa hal yang didengar saja, dikecap saja, di sentuh saja, diraba saja, di pikirkan saja, atau merupakan kombinasi dari wujud-wujud itu. Namun, tuhan mengerti bahwa manusia yang bermula dari ketidaktahuan akan ragu dengan wujud yang janggal. Maka, akan selalu dipilih wujud yang paling wajar, namun tetap menampakkan kemahakuasaannya.

Sebagaimana penghormatannya terhadap apapun yang dipikirkan manusia, untuk menghapus kebosanan dan menunjukkan agar manusia tidak sombong, dia akan muncul dalam rentang yang ada dan diluar pemikiran manusia. Misalnya, dia akan hadir dalam rupa yang bervariasi, tidak hanya wujud sebagai manusia saja. Dapat saja dia muncul sebagai wujud hewan, dalam keadaan-keadaan khusus.

Sebagai tanda kemahakuasannya, dia juga hadir di setiap tempat memberikan panduan kehidupan bagi masyarakat yang tinggal di daerah tempatnya menjelma. Perlu diketahui bahwa tuhan akan menjelma dan menguni diri orang-orang yang memiliki kejujuran tinggi sebagaimana embun pagi. Sebab, kejujuran ini akan menjadikan semua cahaya kemahakuasannya dapat terpancar tanpa ada penghalang.

Demikian alasannya mengapa di setiap tempat dapat terlahir apa yang disebut aliran kepercayaan maupun agama. Dari sudut pandang ini, penyebutan agama dan aliran kepercayaan adalah pemunculan egoisme. Agama lebih pada pengakuan pada segi jumlah daripada kualitas spiritual.

Pembuktian lain adalah bahwa di setiap tempat, ada sistem penanggalan atau kalender, yang memiliki ketepatan yang sama, artinya sistem penanggalan ini ditulis atau dicatatkan oleh orang dengan tingkat spiritual yang setara, tidak ada yang lebih dan tidak ada yang kurang. Jadi, sangat salah jika ada klaim bahwa suatu agama selalu lebih baik daripada aliran yang jumlah orangnya sedikit.

Kita lihat kasus orang Maya. Mereka di pedalaman yang jauh dari keramaian dengan jumlah orang yang sedikit. Tapi, lihatlah sistem penangalannya sama dengan sistem penanggalan Arab, Eropa dan bagian-bagian lain di bumi dalam hal ketepatannya. Namun, sistem penanggalan ini berlaku berbeda tergantung lokasinya, hanya saja perkiraan kejadiannya memiliki tngkat ketepatan yang setara.

Itu adalah bukti bahwa tuhan hadir bukan hanya sebagai wujud yesus, allah atau brahmana lainnya.

Salam bahagia

2 comments to Tuhan Satu Wujud, Bukan Mahakuasa

You must be logged in to post a comment.